Pengajuan KPR: Persyaratan Umum dan Dokumen yang Diperlukan

Pokocu.com - Sebelum kita mengajukan KPR, kita harus menyiapkan dokumen-dokumen yang akan diminta oleh bank. Berdasarkan dokumen yang kita lampirkan, bank akan menganalisa dan dapat mengetahui legalitas kita dan kemampuan kita untuk membayar angsuran. 

Umumnya persyaratan dan dokumen yang diminta setiap bank adalah sama.

Persyaratan dan Dokumen Pengajuan KPR

Berikut ini, adalah persyaratan umum dan dokumen yang diperlukan syarat KPR untuk masing-masing jenis pemohon KPR. Berikutnya lagi di bagian bawah terdapat penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing dokumen dan bagaimana bank memproses kelengkapan dokumen yang diserahkan sebelum masuk bagian analis.

Persyaratan Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia minimum 21 tahun atau sudah menikah.
  • Karyawan tetap, Pengusaha (Wiraswasta), Profesional.
  • Usia maksimal pada akhir masa kredit
    • 55 tahun untuk Karyawan
    • 60 tahun untuk Pengusaha atau Profesional.

Dokumen Pribadi dan Dokumen Agunan / Jaminan yang Diperlukan


Dokumen yang DiperlukanKaryawanPengusahaProfesional
Fotokopi KTP Pemohonvvv
Fotokopi KTP Suami / Istri Pemohonvvv
Fotokopi Kartu Keluargavvv
Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai / Akta Pisah Harta (jika ada)vvv
Fotokopi NPWP / SPT PPh 21vvv
Data Keuangan dan / atau Rekening Giro / Tabungan 3 bulan terakhirvvv
Slip Gaji dan Surat Keterangan Kerja Asli dari perusahaanv
Fotokopi Surat Ijin Praktek dan/atau Surat Pengangkatanv
Fotokopi Laporan Keuangan Usahav
Fotokopi SIUP, TDP dan Akta Perusahaanv
Fotokopi Dokumen Jaminan ( Sertifikat -AJB-IMB & PBB)*vvv
Fotokopi Surat Pesanan dan PPJBvvv
* Khusus untuk rumah secondary.

Pemohon KPR harus mempunyai KTP yang masih berlaku.

KTP pemohon boleh KTP luar kota.

Kalau Pemohon KPR baru pindah dari luar kota dan sedang mengurus KTP dengan surat pindah, maka proses KPR harus menunggu selesainya KTP ini.

Menggunakan E-KTP.

Dengan adanya Fotokopi KTP Pemohon, dan dokumen-dokumen lainnya, maka pihak bank akan meng input data ke computer.

Setelah itu bank akan melakukan BI Checking.

Tanpa adanya KTP, bank tidak dapat input data ke computer dan melakukan BI Checking.  Dengan BI Checking, dapat diketahui hutang apa saja yang sudah/pernah dimiliki Pemohon KPR sekarang ini dan bagaimana kelancaran pembayarannya.

Dokumen-Dokumen lainnya yang perlu di fotokopi adalah Kartu Keluarga,  Akta Nikah, (kalau tidak ada Akta Nikah, biasanya bisa dengan melampirkan Akta Lahir anak),  NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak),  Surat Ganti Nama (kalau ada), Akta Lahir suami istri (biasanya diminta oleh Bank).

Rekening / Buku Tabungan (atau Rekening Giro) di fotokopi untuk 3 bulan terakhir.

Jika kita sudah agak lama tidak ke bank tempat kita menabung untuk print mutasi transaksi keuangan di buku tabungan kita, maka secara sistem, bank menggabungkan transaksi-transaksi kita menjadi 1 angka (biasanya ada kode GTS) pada saat buku kita di print mutasinya.

Sebelum kita mem-fotokopi buku tabungan, kita harus meminta kepada pihak bank kita untuk mengurai (break down) gabungan transaksi ini menjadi transaksi-transaksi per tanggal nya.

Karena untuk proses KPR, pihak bank yang mem proses KPR akan meminta gabungan transaksi agar diurai.

Hasil fotokopi dicek apakah ada bagian yang tidak kena fotokopi, seperti biasanya kolom sisi paling kiri atau kanan. Misalnya kolom Tanggal.

Kalau ada bagian terpotong, maka kita harus fotokopi ulang.

Untuk Pemohon KPR yang bekerja sebagai Karyawan, perlu melampirkan :

Surat Keterangan Penghasilan (slip gaji) dari kantor (biasanya yang 3 bulan terakhir) dan Surat Keterangan Kerja yang menerangkan jabatan di kantor dan lama bekerja.

Biasanya pihak Bank yang mem proses KPR akan mencocokkan angka di slip gaji dengan angka di buku tabungan Pemohon.

SK Pengangkatan dari instansi terkait khusus Pegawai Negri.

Untuk Pemohon KPR yang Pengusaha dan Profesional, Bank pemroses KPR akan melihat omset usaha.

Jika rekening Bank 3 bulan terakhir, omset usaha agak menurun, Bank pemroses KPR mungkin meminta rekening dari bulan-bulan yang lebih awal, supaya bisa dihitung omset pada saat ramai.
Sebaiknya rekening Giro maupun Tabungan yang dimiliki dilampirkan semua.

Pemohon KPR yang Karyawan jika mempunyai usaha sampingan dan mempunyai rekening Giro atau Tabungan lain, juga boleh melampirkan fotokopi nya.

Pemohon KPR yang suami istri bekerja atau usaha boleh memasukkan data penghasilan dan fotokopi Tabungan suami istri.

Analis kredit akan menghitung total debit, kredit, dan saldo rata-rata dari semua rekening.

Jika jumlahnya besar, maka peluang KPR nya disetujui juga besar.

Bagi Pemohon KPR yang suami istri bekerja dan mau memasukkan data fotokopi Tabungan suami istri, perlu menyiapkan Surat Keterangan Penghasilan (slip gaji) dan Surat Keterangan Kerja dari kantor masing-masing untuk suami dan istri.
Untuk Pengusaha perorangan, perlu melampirkan fotokopi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) atau SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha) dari Kelurahan. Bisa juga bank menerima Surat Keterangan Usaha dari Pengelola Mall atau Pasar sebagai gantinya SIUP dan SKDU.

Pemohon KPR ada yang usahanya Online Shop.  Secara umum hampir semua bank bisa memberikan KPR untuk Pengusaha Online Shop.

Untuk Profesional perlu melampirkan Fotokopi Surat Ijin Praktek / SK Pengangkatan dari Instansi Terkait.

Untuk Pengusaha yang berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas), perlu melampirkan :

  • fotokopi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan),
  • fotokopi TDP (Tanda Daftar Perusahaan),
  • fotokopi Akta Pendirian Perusahaan (PT),
  • fotokopi semua Akta Perobahannya (kalau ada),
  • fotokopi Akta Pengesahan PT dari Menkumham,
  • fotokopi SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha),
  • fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) PT,
  • fotokopi KTP Pengurus,
  • fotokopi Laporan Keuangan Usaha
Jika dokumen surat-surat yang diperlukan sudah disiapkan, dan sudah diterima oleh pihak bank pemroses KPR, maka pihak bank akan mempelajari data Pemohon KPR. Setelah itu kadang-kadang pihak bank meminta data dan dokumen tambahan lagi untuk keperluan mereka menganalisa keuangan Pemohon KPR.

Data lainnya untuk PT maupun Pengusaha perorangan yang mungkin bank perlukan dapat berupa :
  • Laporan Total omset Penjualan per bulannya di tahun berjalan atau misalnya 6 bulan terakhir,
  • Fotokopi Kwitansi (bon) / Nota Tagihan Penjualan beberapa lembar (misalnya 5 lembar),
  • PO (Purchase Order), Kwitansi (bon) Supplier / Pemasok (barang dagangan atau bahan baku) beberapa lembar,
  • Daftar nama Customer / Pelanggan dan telp nya beberapa nama.
  • Daftar Supplier / Pemasok seperti Nama toko, Telp toko, Contact Person nya beberapa nama.

Post a Comment